Laman

Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2011

Cukup

Dan begini saja sudah cukup. Saat aku bisa menjadi temanmu bergagi hal-hal konyol. Begini saja sudah cukup. Saat aku sangat merindukanmu, aku cukup dengan mendengar suaramau. Aku mungkin tak bisa menjadi teman berbagi hari-harimu, teman makan malammu, tapi aku cukup hanya dengan bisa menjadi teman akhir pekanmu sewaktu-waktu.
Tentu saja kita punya dunia yang berbeda. Deangan sejuta warna yang juga sangat berbeda. Tapi bagiku sudah cukup saat aku bisa mengucapkan selamat malam di akhir harimu, saat aku bisa membuatmu tertawa dan melapaskan sedikit penatmu hari ini.
Kita berdua tak pernah tahu sampai kapan aku akan merasa cukup. Tentu saja aku punya banyak keiinginan untuk melakukan banyak hal denganmu. Aku ingin bisa menyapamu dipagi hari, aku ingin bisa menghabiskan senja bersamamu dan aku ingin menjadi teman makan malammu.
Tapi buatku, saat ini, begini saja sudah cukup.


Kamis, 28 Oktober 2010

Belief



"Some people do spend their whole lives together" (Anna - Nothing Hill)

Ingin sekali saya bisa percaya lagi kata-kata itu. Ingin sekali bisa seperti dulu, tak terlalu skeptis dan bisa lebih optimis. Badai kemarin telah benar-benar merubahku.......

Thank you for this storm. You did it man!! You realy take my belief in the existence of love, take my dream and my hope away!!!

Selasa, 05 Oktober 2010

Spasi

Baru juga satu hari tapi saya sudah sangat merindukan anda....
Hari ini saya banyak memutar kembali semua kenangan kita. Kenapa kita bisa sampai disini, kenapa kita terkadang bisa begitu saling menyakiti..
Dulu kita sangat bahagia saat keinginan kita tak banyak. Dulu kita bisa menikmati semua masalah kita bahkan menganggapnya tak ada. Kenapa kita tak bisa seperti dulu? Kenapa harus ada banyak keinginan?
Mungkin jeda ini kita perlukan. Mungkin spasi ini kita butuhkan hanya untuk manarik napas sebanyak yg kita perlukan. Menghirup udara yg dulu terasa semakin kita rasa kurang dan menyesakkan dada..........
aku masih berdiri disini, masih menuggumu, masih mengambil jeda sambil menghirup udara sepuasku.....

Jeda ini memiliki arti tersendiri buat saya, untuk memahami lebih dalam tentang rasa itu, ternyata saya rapuh. mudah2an saya bisa mengurangi bermain -main dengan hati orang. Lebih hati-hati.
Anak kecil lebih mudah menemukan kebahagiaan karena mempunyai lebih sedikit keinginan. lebih bisa memaknai masa "sekarang" nya. Saya suka dengan jiwa anak2 ituh.
Ini Adalah perjalanan. Bahkan jeda juga bagian dari perjalanan itu. Nikmatilah!

Percaya atau tidak saya menikmatinya....
Hari ini saya menghabiskan waktu saya seperti anak "abg" ....benar benar "abg"..nongkrong seharian sama anak kos, tertawa, godain cowok (meminjam istilah mereka), nonton film rame-rame tidur pun rencananya rame-rame...
Ya, saya menikmatinya...walau kadang saat saya ingat kembali ada rasa hampa....saat saya tertawa saya belum bisa sepenuhnya tertawa, saat ada kejadian menarik atau pembicaraan yang ga penting dan menggelikan ingin sekali rasanya berbagi dengan anda, ingin sekali rasanya menertawakannya kembali dengan anda.
Jeda ini akan saya gunakan untuk mengumpulkan lagi hal ga penting yang suatu hari nanti bisa saya bagi dengan anda......saat kita tak lagi bergumal dengan begitu banyak keinginan....

Peramal paling jitu pun tidak bisa memastikan masa depan seperti apa. jadi aku tidak bisa berjanji.
Sebuah kesia-siaan ketika kita bermimpi, berandai – andai tentang masa depan disaat kita bisa menikmati setiap moment, setiap ‘sekarang’.  Mendengarkan lagu dari Ipod yang sama, menonton bola, pergi ke gunung, bercerita tentang sesuatu yang nggak penting, semua akan menjadi kenangan di masa depan — yang masih nggak ketahuan apakah akan kulewati dengan atau tanpa kamu.



"Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna jika tidak ada jeda?
Dapatkah ia dimengerti jika tidak ada spasi??
Pegang tanganku tapi jangan terlalu erat, karna aku ingin seiring, bukan digiring."
( Filosofi Kopi by Dewi Lestari)

Jumat, 01 Oktober 2010

Sawah

“Kok hari ini kamu cantik Jeng?”

“Alaaah Mas iki…berarti kemaren-kemaren saya ngga cantik dong?”

“Lha emang ngga kan..?” (tampang dibego-begoin)

“Argghhhh….Mas iki piye toh? Udah ngga pernah romantis, mbo ya jangan terlalu jujur gitu!” (gerakan tangan memuku-mukul dan mencubit-cubit dengan sasaran pinggang)

“Eeeehhh….sakit to Jeng….mbo ya jangan nyubit-nyubit gitu…jangan di pinggang dong Jeng..”

“Biar aja…lha wong Mas sendiri bikin kesel..!!”

“Yo wis…yo wis…yang penting kan Mas suka sama Diajeng to?”

“Alaaahhh…” (mesem-mesem)

“Eh…Jeng makasi ya udah bantuin nyari rumah... .Udah nunjukin rumah ini”

“Oh..iya Mas..Ora pa pa…Dari dulu kan Mas suka sekali daerah ini. Pengen banget punya rumah di daerah sini.”

“Iya..Jeng…Memang dari dulu ingin punya rumah disini. Suasananya itu lho Jeng..Lingkungannya itu lho..” (menjelaskan dengan gerakan tangan)

“Iya Mas…Nanti kalo Mas udah pindah ke rumah ini, Diajeng harap ini benar-benar jadi tempat  Mas pribadi ya Mas..Become your own privacy gitu..”

“Iya Jeng…”

Kali ini episode tentang sawah. Karena percakapan ini kita lakukan di depan hamparan sawah di dekat rumah yang kau tinggali sekarang. Dulu masih sawah. Tapi sekarang sudah menjadi perumahan baru. Sawah itu sudah tak ada. Sayang aku tak sempat mengabadikan sawah itu dalam bingkai foto seperti bingkai foto batu yang telah aku abadikan. Saat itu kita berkhayal (seperti biasa) membeli satu kaplingan rumah yang akan dibangun diatas sawah itu. Disebelah mana lokasi yang kita inginkan, model rumah, design interiornya, sampai akhirnya kita membahas yang ngga penting lagi.

Ah…tak terasa episode tentang sawah ini sudah 2 bulan yang lalu. ..Saat kau akan memulai kehidupanmu di tempatmu yang baru…

“I don’t want to be your whole world, I just want to be a part of your life…...”

“Woww…I like your words.. Jeng”

Kamis, 30 September 2010

Batu


"Ah...mas kan memang nggga pernah romantis. Ngga pernah gitu ngasi saya hadiah. Boro-boro hadiah, bilang sayang aja jarang"

"Memang penting ya diajeng? Yang penting kan mas disini sekarang. Makan bareng diajeng. Piye to?  Mesti ngasi apalagi toh?"

"Ya...apa aja mas...Biar kayak orang lain gitu. Biar romantis gitu lho mas.." (Mulut mulai monyong-monyong)

"Yo wis....gini wae...iki mas kasi batu iki. Kan mirip kayak hati toh?"

(Wajah mulai Sumringah) "Wahhh....ternyata mas udah bawa ini dari tadi buat diajeng to? Yo wis ora pa pa mas....walaupun cuma batu yang penting kan bentuknya hati trus mas yang ngasi. "

"Sebenernya mas baru nemu diajeng. Tuh ada di pot bunga tadi"

Sreeeetttttt......Sroooootttt.....Gubraaakkkkk....


Episode batu ini memang benar ada. Batunya juga masih aku simpan di kotak jejakku. Tapi tentu saja dalam episode itu kita ada di kota ini dengan bahasa kota ini. Aku yakin kau masih ingat, karena kau bilang tak akan pernah lupa jejak kita kecuali kau kena sindrom hilang ingatan. Aku benar-benar merindukan hal-hal kecil ini. jejak-jejak kecil ini. Tentang air terjun, danau, mendengarkan iPod bersama, menonton bola, berdebat hal ngga penting.

Suatu hari nanti, saat aku harus pergi, akan kubagi kotak jejak ini denganmu. Karena kotak ini bukan hanya punyaku tapi juga punyamu.....

"Kenapa  kau nyaman bersamaku?"
"Entahlah....aku tak tahu. Yang aku tahu hanyalah aku merasa bahagia ketika aku bersamamu."

Senin, 27 September 2010

Telaga




Pagi ini pertanyaan itu muncul kembali. Kenapa kita tak bisa berada di perahu yang sama. Kenapa tak boleh ada kata "kita" jika aku ingin hubungan ini baik-baik saja. Kenapa aku tak bisa menikmati pagi bersamamu, atau kenapa aku tak bisa melihat indahnya langit di tempatmu. Kenapa bukan aku.

Aku tahu mungkin rasamu padaku sudah tak ada lagi. Terkikis karena lelahmu telah terobati. Menguap karena dahagamu telah menemukan sumber air yang selalu menjadi tujuanmu. Tapi rasaku masih tetap ada. Karena rasaku bukanlah lelah. Bukanlah persinggahan. Rasaku hanyalah telaga kecil yang sempat menjadi tempatmu melepas penat saat kau mencari sumber mata airmu. Tak akan pernah berarti buatmu. Tapi telaga ini tak bisa mengering. Walau aku ingin. Karena alangkah baiknya jika telaga ini menguap kemudian hilang. 

Taukah kau, setiap kali kulihat langkah demi langkahmu menuju sumber air itu rasanya sangat menyesakkan. Rasanya udaraku mengering. Tapi mungkin kau tak akan pernah ingin tahu. Karena setiap kali aku bertanya "kenapa" kau hanya tersenyum kemudian berpaling. Perahu itu pernah menjadi impianku mengarungi samudra bersamamu. Tapi ternyata kau tak menginginkannya. Kau ingin kita berada di perahu yang berbeda karena tak cukup tempat bagiku untuk ada disana. 

Mimpiku tak pernah menjadi mimpimu. Tak pernah ada kata "kita". ........

Minggu, 08 Agustus 2010

Akhirnya Hilang....

Kehilangan.....

Dulu aku tak pernah mengerti kata itu. Dulu aku tak pernah bisa mengerti dan bisa merasakan arti syair-syair kehilangan. Tapi kini aku baru bisa benar-benar bisa merasakannya. Rasanya menyesakan. Saat aku ingin sekali bertemu lagi dengannya, memikirkannya, tertawa dengannya, "berboya" dengannya tapi semua itu tak bisa aku lakukan lagi. Semua harus hilang atau mungkin berubah. Aku tak bisa lagi memandangnya dengan caraku yang dulu. Aku harus memandangnya dengan cara yang berbeda. Bahwa ada orang lain yang lebih dia inginkan untuk bersamanya. Ada orang lain yang tak pernah bisa pergi darinya.

Sering aku berpikir bahwa aku hanyalah persingahan buatnya. Saat dia lelah. Saat dia jenuh. Dalam perjalanannya. Di ujung sana sudah ada orang yang akan selalu menunggunya. Dan disanalah dia akan berlabuh. Sekarang dia sudah melanjutkan perjalannanya. Lelahnya sudah hilang. Jenuhnya sudah tak lagi dia rasakan.

Aku tak ingin mengeluh lagi. Tak ingin memendam rasa apapun untuknya lagi. Tapi semakin aku paksa diriku untuk melakukannya rasa sesak itu semakin menjadi. Rasanya ingin sekali ku kejar dia dan meminta udaraku kembali. Tapi aku tak bisa. Aku harus memaksa diriku diam. Hanya melihatnya menjauh meraih tangan seseorang. Menikmati sesak ini...........


Biarlah ku sentuhmu
Berikanku rasa itu
Pelukmu yang dulu
Pernah buatku
Ku tak bisa paksamu
tuk tinggal disisiku
Walau kau yang selalu sakiti
Aku dengan perbuatanmu
Namun sudah kau pergilah
Jangan kau sesali
http://hotliriklagu.com
Karena ku sanggup walau ku tak mau
Berdiri sendiri tanpamu
Ku mau kau tak usah ragu
Tinggalkan aku
kalau memang harus begitu
Tak yakin ku kan mampu
Hapus rasa sakitku
Ku kan selalu perjuangkan cinta kita
Namun apa salahku
Hingga ku tak layak dapatkan kesungguhanmu

Tak perlu kau buatku mengerti
Tersenyumlah karena ku sanggup

Selasa, 08 Juni 2010

Sesederhana itu

Aku hanya ingin bersamanya....
Sesederhana itu....

Aku hanya ingin berdiskusi dengannya di malam hari dan menyapanya di pagi hari.....
Aku hanya ingin berdebat dengannya bahkan bergulat dengannya...
Aku hanya ingin membuatnya kesal sampe dia benar-benar tertawa...

Sesederhana itu...

Tapi semua tak bisa sederhana ketika berbenturan dengan kepentingan....
Semua menjadi rumit saat kondisi memaksanya demikian....
Semua menjadi rumit saat keadaan mengharuskannya demikian....

Yang aku inginkan hanya kesederhanaan itu...
Yang ku mau hanya sesederhana itu....

Minggu, 06 Juni 2010

Curhat Pada Tuhan

Tuhan....

aku tak akan tanya kenapa
aku tak akan tanya mengapa
aku juga tak akan tanya bagaimana

Tuhan...

aku tak minta apa-apa
aku tak akan minta dia
aku hanya minta agar kau beri aku kekuatan
aku hanya minta agar kau beri keikhlasan

Tuhan......

aku cinta dia
aku sayang dia
aku ingin menghabiskan sisa hidupku dengannya

tapi jika itu bukan jalanku
kuatkan aku
jangan tinggalkan aku....

Neptunus Versiku

Dear Aphrodite…..

Hari ini aku melihat wajah lain dari Neptunus. Well aku memang belum pernah bertemu dengannya, tapi Kugy dan Keenan pernah menceritakan seperti apa Neptunus itu. Tapi hari ini aku mendapat gambaran lain dari Neptunus, gambaran yang jauh berbeda. Sebenarnya bisa dikatakan gambaranku tentang Neptunus adalah bahwa dia dewa laut yang sudah tua dan kelihatan sangat bijak, dengan baju biru laut dan kepala yang dihias dengan rumput laut.

Tapi hari ini aku melihat Neptunus dengan tubuh hijau, rambut merah, kumis tebal, dan mahkota diatas kepalanya. Dan yang lebih menggelikan lagi adalah dia sedang mengikuti lomba masak dengan Spongebob…..hihihihihiihhiii….

Yup..hari ini aku melihat Neptunus versi kartun Spongebob. Kugy dan Keenan pasti sangat marah kalau mereka tahu aku membandingkan Neptunus mereka dengan Neptunus versi spongebob..

Aphrodite…

Hari ini aku merasa sangat hampa. Aku memang sudah berhenti menganalisa dan memutuskan untuk menjalani saja semua tanpa harus merasa khawatir tentang masa depan. Tapi mungkin karena itu aku merasa aku tak lagi punya mimpi. Hari ini aku merasa bahwa aku sudah kehilangan mimpi-mimpiku bersamanya. Untuk hidup bersamanya. Untuk mesin cuci.

Aphrodite…

Aku tak akan meminta apa-apa lagi. Aku tak akan lagi memohon agar aku tetap bisa bersamanya jika itu bukan jalanku. Yang aku minta hanyalah keikhlasan agar aku bisa melepasnya jika aku harus kehilangan dia. Aku tak menyesali semua pertemuan kami. Karena bersamanya aku akhirnya tahu bagaimana rasanya punya mimpi tentang kehidupan lain. Kehidupan yang jauh lebih indah. 

Thanks honey (itu sebutan sayang pertamanya untukku)……. Untuk semuanya… untuk mimpi-mimpi kita…

Terimakasi Aphrodite…

Sabtu, 05 Juni 2010

Langitmu dan Langitku




Saat ini aku sedang menatap langit ditempatku. Adakah kau melakukan hal yang sama disana? Kalau iya berarti kita menatap langit yang sama walau dengan wajah yang berbeda. Aku tahu disana pasti lebih indah, dengan kunang-kunang sebagai penghias. Disana pasti lebih terang .

Aku masih ingat saat kita memandang langit yang sama ditempat yang sama. Saat itu kau mencerikatan padaku indahnya langit dari tempatmu. Terang dan lebih gemerlap. Aku ingin sekali kelak aku bisa menikmati malam dan memandang langit yang sama dari tempatmu. Bersamamu. Pasti akan sangat indah…..

Jumat, 04 Juni 2010

Hujan


Hujan...

Hujan akan selalu mengingatkanku padanya....Dia adalah seorang penikmat hujan, pemuja corak hujan yang jatuh mengenai kaca. Hujan akan selalu membawaku pada kenangan akan dirinya.

Terimaksih Neptunus, berkat kau aku tak akan pernah bisa melupakannya....

Kamis, 03 Juni 2010

Kesederhanaan

Dear Aphrodite...

Akhirnya aku memutuskan utuk menulis pesanku lewat dunia maya ini. Karena entah kenapa aku tahu kalau pesanku pasti akan sampai padamu. Aku tak mau jadi agen rahasiamu seperti Kugy dan Keenan yang jadi agen rahasia Neptunus, aku hanya ingin agar kau bisa membaca pesan-pesanku...

Aphrodite....

Hari ini aku belajar sesuatu lagi dari dia. Tentang kesederhanaan. Tentang bagaimana dia telah menjalani hidupnya dengan kesederhanaan yang dia ciptakan. Hari ini akhirnya aku memutuskan untuk tak lagi merasa takut dan menggantungkan kebahagianku pada seseorang. Karena dia benar. Orang berubah. Waktu berjalan. Akan kuciptakan kebahagiaanku sendiri. Dengan caraku. Mungkin tak seperti caranya.

Aku tak akan takut lagi kehilangan dia. Karena aku tahu dia tak akan pergi. Hanya mungkin berubah. Tak akan ada yang hilang. Mulai sekarang aku akan belajar untuk tak lagi terlalu cemas. Tak lagi terlalu takut. Akan aku nikmati setiap detik kebersamaan kami. Akan kuresapi tiap detik saat aku masih bisa melihat canda tawanya.

Inilah pilihanku.....


Terimakasih Aphrodite...

Katakutanku

Dear Aphrodite...

Akhirnya aku memutuskan utuk menulis pesanku lewat dunia maya ini. Karena entah kenapa aku tahu kalau pesanku pasti akan sampai padamu. Aku tak mau jadi agen rahasiamu seperti Kugy dan Keenan yang jadi agen rahasia Neptunus, aku hanya ingin agar kau bisa membaca pesan-pesanku...

Aphrodite....

Hari ini aku belajar sesuatu lagi dari dia. Tentang kesederhanaan. Tentang bagaimana dia telah menjalani hidupnya dengan kesederhanaan yang dia ciptakan. Hari ini akhirnya aku memutuskan untuk tak lagi merasa takut dan menggantungkan kebahagianku pada seseorang. Karena dia benar. Orang berubah. Waktu berjalan. Akan kuciptakan kebahagiaanku sendiri. Dengan caraku. Mungkin tak seperti caranya.

Aku tak akan takut lagi kehilangan dia. Karena aku tahu dia tak akan pergi. Hanya mungkin berubah. Tak akan ada yang hilang. Mulai sekarang aku akan belajar untuk tak lagi terlalu cemas. Tak lagi terlalu takut. Akan aku nikmati setiap detik kebersamaan kami. Akan kuresapi tiap detik saat aku masih bisa melihat canda tawanya.

Inilah pilihanku.....


Terimakasih Aphrodite...

Surat

jika Kugy adalah agen rahasia Neptunus dan bisa menyampaikan suratnya pada Neptunus bisakah kutitip juga suratku untuk Aphrodite??? Tidakkah Neptunus dan Aphrodite berteman??

Dear Aphrodite

Hi...ini mungkin pertama kalinya aku menulis pesan padamu. Ini juga pertama kalinya kita berkomunikasi. Maaf kalo aku hanya bisa menitipkan suratku lewat Kugy (kau tau kan? agen rahasia Neptunus)...aku tak tahu bagaimana menyampaikan suratku padamu..kalau Kugy bisa membuat perahu kertas kemudian menghanyutkannya hingga sampai di tanggan Neptunus, lalu bagaimana aku harus menyampaikan suratku padamu??

Aku hanya ingin mengatakan kalau aku telah bertemu dengan seseorang. Seseorang yang membuat aku bahagia untuk saat ini. Kau tahu, terkadang entah bagaimana bisa memikirkan hal yang sama, menyukai hal yang sama, bahkan membenci hal yang sama. Aku tak tahu bagaimana lagi aku harus menggambarkan hubungan kami, tapi yang jelas aku benar-benar merasa bahagia.

Tapi sekarang aku sangat takut. Bagaimanapun aku mencoba menutupinya, tapi aku tetap merasa takut. Takut kehilangan dia. Aku tahu bahwa seharusnya aku tak perlu takut, seperti yang dia katakan bahwa semua akan berlalu, tapi entahlah aku tetap merasa cemas.

Aphrodite....kalau saja aku bisa meminta, tolong ijinkan aku bersamanya..ijinkan aku membangun mimpi-mimpi yang sudah terlanjur aku bangun bersamanya...ijinkan aku melihat senyumnya,tawanya dan marahnya hingga akhir hidupku....ijinkan dia menepati janjinya untuk membelikanku mesin cuci...


Terimakasi Aphrodite....